Mengenali Komik Eropa

November 6, 2009 Andreas Tjong 4 comments

Salah satu dari sekain banyak hobi saya adalah mengoleksi buku komik. Selain komik Jepang saya juga menyukai beberapa judul dari komik Eropa, seperti Smurf, Asterix, Tintin, dan lainnya yang akan saya coba bahas pada postingan saya kali ini. Saya yakin anda pasti mengenal judul-judul yang saya sebutkan diatas, terutama untuk anda yang lahi pada tahun 70 – 80-an.

1. Asterix

asterix

Asterix

Mengisahkan tentang petualangan Asterix dan Obelix sebagai suku Galia yang berjuang melawan penjajahan bangsa Romawi. Bagi yang belum tau suku Galia atau dalam bahasa Inggrisnya lebih dikenal dengan Gaul, adalah suku asli bangsa Perancis.  Setting waktu penceritaan komik ini dibuat pada jaman kejayaan bangsa Romawi di bawah pimpinan Julius Caesar.

Komik terbitan negara Perancis, sesuai dengan temanya yang menceritakan petualangan suku Galia. Pengarang komik ini ada 2 orang yaitu René Goscinny and illustrated by Albert Uderzo. Diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 1959. Komik ini sudah diterjemahkan ke dalam lebihj dari 100 bahasa.  Asterix sendiri sudah dibuat ke dalam versi animasinya dan dibuat juga ke dalam versi layar lebarnya, tetapi sayang versi animasi dan versi layar lebarnya tidak mendapat respons yang bagus dari pasar.

2. Smurf

Smurf

Smurf

Smurf diterbitkan di negara Belgia, dengan pengarang bernama Peyo. Mengisahkan tentang makhluk mini setinggi buah apel dan berwarna biru. Setting waktu di plot pada jama Middle Age bangsa Eropa (Jaman berkembangnya Knight dan Sorcerer). Smurf berbicara dengan bahasa Smurf (sama saja dengan bahasa Inggris, tetapi setiap kalimat pasti ada beberapa kata kerja atau kata benda yang diganti menjadi “Smurf“).

Pengarang dari Smurf yaitu Peyo membuat sebuah judul komik lainnya yang berjudul Johan dan Pirlout, atau dalam bahasa Inggrisnya diterjemahkan menjadi Johan dan Peewit. Keunikan dari komik ini adalah setting dunia nya yang menjadi satu dengan dunia Smurf.

Jika anda bekerja sebagai Compliance terutama pada bidang keuangan, mungkin istilah smurfing tidak asing di-dengar. Istilah Smurfing adalah salah satu cara dalam teknik Money Laundering, menyetor dan menarik uang dalam jumlah sedikit tetapi sering dilakukan.

3. Gaston Lagaffe

Gaston

Gaston Lagaffe

Gaston Lagaffe, comic strip asal Belgia. Judul asli dari komik ini adalah Guust Flater. Pengarang dari Gaston (Franquin) ingin menciptakan sebuah tokoh anti hero. Seseorang yang tidak mempunyai pekerjaan, tidak bodoh dan banyak akal dan juga selalu sibuk mengerjakan sesuatu yang tidak lazim. Gaston mempunyai pekerjaan, menangani surat masuk pada sebuah perusahaan. Setiap hal yang dikerjakan oleh Gaston pasti selalu tidak beres dan terjadi kekacauan. Gaston juga mempunyai pekerjaan sampingan sebagai penemu, salah satu alat penemuannya adalah sebuah alat musik yang disebut Gaffophone. Terinspirasi dari alat musik drum africa yang dipadukan dengan alat musik petik. Efek samping dari Gaffophone adalah bisa membuat pingsan seekor Rhino (badak) dan merubuhkan gedung.

4. Tintin

tintin

Tintin

Siapa yang tidak kenal Tintin. Tokoh ini cukup terkenal baik pada komik nya maupun film animasinya. Ayah da ri Tintin bernama Herge dengan judul asli “Les Aventures de Tintin“. Tintin adalah salah satu komik jebolan negara Belgia, pertama kali diterbitkan pada tahun 1907.

Mengisahkan petualangan Tintin seorang journalist asal Belgia dalam mencari berita. Rasa keinging tahuan nya yang besar, menyebabkan tintin masuk ke dalam suatu rencana kejahatan. Pada petualangannya Tintin selalu ditemani oleh anjing kesayangannya “Snowy” dan juga teman setia perjalanannya Kapten Haddock.

5. Steven Sterk

Steven Sterk

Steven Sterk

Steven Sterk, dikenal juga dengan nama Steven Strong pada versi Bahasa Inggris nya, adalah komik asal Belgia dengan judul asli Benoît Brisefer. Di Perancis dikenal dengan judul “Benedict Ironbreaker“, wah banyak banget yah namanya. Steven Sterk adalah salah satu komik jempolan keluaran dari Peyo selain Smurf.

Mengisahkan tentang seorang anak dengan kekuatan super (tidak bisa terbang), tetapi kekuatannya akan hilang kalau Steven sedang terserang flu. Ciri khas dari Steven adalah menggunakan beret hitam dan mengenakan syal berwarna biru. Dikisahkan kalau Steven sangat benci kekerasan dan kriminalitas, terutama terhadap senjata api.

Categories: Uncategorized Tags: , ,

Wisata Jakarta: Kota Toea – Cafe Batavia

October 25, 2009 Andreas Tjong 6 comments

Cafe Batavia

Cafe Batavia

Kalau pergi jalan-jalan ke Kota Toea kayaknya gak lengkap kalau gak mampir ke Cafe Batavia. Cafe Batavia terletak di utara Museum Fatahillah. Kalau anda berdiri di pintu masuk Museum Fatahillah, lalu anda melihat ke seberang jalan, nah ada kanopi yang berwarna hijau, nah disitulah tempatnya.

Kesan pertama kali masuk ke dalam cafe ini: elegan (wah pasti harga2nya mahal nih), agak kotor dikit (sengaja biar berkesan klasik), and agak sombong (para pelayannya nih, sombong2 banget). Begitu anda melewati pintu masuk receptionis akan langsung menyambut anda, berapa orang pak/bu? mau diatas atau dibawah? mau makan atau hanya minum2 saja?

Karena masih baru pertama kali masuk, pasti kita lebih memilih lantai atas yang dekat dengan jendela. Betul gak?? Nah kalau ditanya receptionisnya mau diatas atau dibawah? Jawab aja di atas. Nah waktu ditanya lagi mau makan atau minum, kalau dijawab hanya minum2 aja berarti anda akan ditempatkan di sofa dekat tangga, bukan yang dekat dengan jendela. Kalau dijawab mau makan, nah anda akan ditempatkan dekat di ruangan yang dekat dengan jendela. Tapi eitss tunggu dulu. Kalau anda orang lokal (bukan bule) meja yang disiapkan bukan yang favorit spot (bersebelahan langsung dengan jendela). Tapi kalau anda bule, anda bebas memilih tempat duduk dimana saja. Nah hal ini nih yang saya bilang kenapa pelayan nya sombong.

Harga makanan dan minuman disini relatif mahal (bagi saya sih). Yah untuk minum2 minuman yang biasa saja sih kira-kira anda bisa menghabiskan 30-50rb / orang. Gimana gak mahal wong pajaknya aja sampai 20% (PPN + Service Charge). Yang paling menarik dari cafe ini adalah dekorasinya. Foto yang menempel didinding sampai menutupi semua dinding nya. Keren.. Sampai ke WC nya aja ditempelin Foto.

Dekorasi Cafe Batavia

Dekorasi Cafe Batavia

Saya pernah dengar cerita kalau dulu di Cafe Batavia ini masyarakat umum tidak boleh masuk, yang boleh masuk hanya bule-bule saja. Well.. Itu hanyalah cerita di masa lalu. Yang terpenting sekarang Cafe ini sudah Open to Public, alias siapa saja boleh masuk.

Overall penilaian saya untuk cafe ini cukup bagus. Hanya saja pelayanannya itu lho.. kenapa milih2 sih. Sekian dari saya, semoga tulisan ini bermanfaat.

Locking & Un-Locking Firefox Proxy Configuration Settings

August 20, 2009 Andreas Tjong 1 comment

Saya akan mencoba mengilustrasikan 2 tokoh dalam tulisan ini:

  1. Admin Jaringan: “Saya adalah admin disini, pokoknya saya harus mengamankan network internet di kantor biar aman. Tapi banyak proxy yang dibuka – bisa2 kebobolan nih. Ow iya saya ada ide, saya lock aja settingan browser di user biar gak bisa di kutak-katik.”
  2. Smart User: “Waduh settingan proxy di firefox saya ke lock, harus cari cara nih buat nge-unlock nya. Googling dulu ah caranya.”

Admin Jaringan:

Googling dulu ah buat cari cara nge-lock settingan proxy di firefox. Eh ketemu nih caranya:

  • create new text file – beri nama: mozilla.txt –> nama bisa apa saja
  • tuliskan code berikut:
  • lockPref("app.update.enabled", false); //Inilah yang meng-enable
    lockPref("network.proxy.http", "10.2.50.1");  //ganti dengan dedicated proxy yang diinginkan
    lockPref("network.proxy.http_port", 3128);  //ganti dengan port yang diinginkan
    lockPref("network.proxy.type", 1);
    lockPref("network.proxy.no_proxies_on", "localhost, 127.0.0.1"); //ini untuk settingan no proxy
    lockPref("network.proxy.share_proxy_settings", true);
    
  • The file must now be encoded with an offset of 13, and renamed.
  • Anda bisa mendownload software untuk meng-encode file mozilla.txt di atas melalui link ini atau bisa langsung meng-encode secara online melalui link ini
  • Hasil dari encoding di atas adalah file dengan nama mozilla.cfg
  • Go to C:\Program Files\Mozilla Firefox\greprefs\ and locate the all.js file
  • Tambahkan pada file all.js
  • pref("general.config.filename", "mozilla.cfg");
    
  • save dan coba jalankan firefox anda

Smart User:

Wah firefox saya proxy nya di lock. Pasti kerjaan-nya admin nih. Gimana caranya nge-unlock proxy ini. Googling dulu ah, cari cara untuk nge-unlock proxy setting di Firefox [NOTE: seperti layaknya seorang tabib/dokter, sebelum menemukan cara untuk menyembuhkan racun, maka harus mencari tahu terlebih dahulu bagaimana cara membuat racun tersebut. :p ]. Wah ketemu nih.

Setelah dibaca, ow ternyata inti dari cara nge-locking proxy setting di firefox itu ada di file mozilla.cfg toh. Jadi cara untuk meng-unlock proxy setting di firefox adalah:

  1. Go to C:\Program Files\Mozilla Firefox\greprefs\
  2. delete file mozilla.cfg
  3. run firefox

Dari cerita di atas dapat disimpulkan bahwa cara untuk meng-unlock jauh lebih mudah daripada cara untuk mengelock, tetapi jalan untuk mengetahui cara meng-unlock jauh lebih panjang daripada cara untuk mengelock firefox.

Semoga tulisan saya bermanfaat untuk anda.

Categories: Windows Tags: , , , ,

Bahasa Pemrograman dan Kurung Kurawal

August 19, 2009 Andreas Tjong 8 comments

Kuliah di Jurusan Ilmu Komputer atau Teknik Informatika membuat saya mencoba berbagai macam jenis bahasa pemrograman yang ada. Mulai dari Pascal, C, C++, Visual Basic, Java, dan lain-lain. Selama saya mempelajari berbagai jenis bahasa ini saya mulai menyadari sesuatu. Karakteristik Bahasa Pemrograman yang dikuasai seseorang berpengaruh terhadap gaya penulisan kode-nya. Ini serius, karena saya sudah mengamati beberapa dosen saya dan juga beberapa teman-teman saya.

Sebagai contoh ini adalah sepenggal contoh kode yang ditulis oleh Dosen Algoritma dan Pemrograman dengan menggunakan bahasa C:


public main()
{
      printf("Hello World");
      return 1;
}

Berikut ini adalah sepenggal contoh kode yang ditulis oleh Asisten Dosen saya dulu dengan menggunakan bahasa java:


public class main(){
      public static void main(String[] args){
            System.out.println("Hello World");
      }
}

Coba anda perhatikan dengan teliti dari kedua penggalan kode di atas letak penempatan kurung buka kurawal ({) berbeda. Mungkin bagi anda ada yang tidak menyadarinya, atau mungkin berpendapat mungkin itu karena kebiasaan si penulisnya saja. Tapi menurut saya dan setelah saya amati juga, bagi kebanyakan orang2 Bahasa C, mereka lebih terbiasa untuk menulis kurung buka kurawal di baris baru setelah nama fungsi. Sedangkan pada orang2 Java, mereka lebih terbiasa menulis kurung buka kurawal pada baris yang sama setelah nama fungsi.

Kenapa bisa seperti itu? Nah hal ini lah yang menjadi pertanyaan saya? Sewaktu kuliah dulu saya lebih menguasai bahasa C daripada bahasa Java, jadi saya termasuk ke dalam orang2 Bahasa C. Tetapi sekarang, karena pekerjaan yang menuntut saya untuk menguasai Bahasa JAVA. Aneh-nya lagi kebiasaan menulis kurung kurawal pun tiba2 berubah dari kebiasaan untuk menulis di baris baru menjadi menulis-nya di akhir nama fungsi.

Kira-kira seperti itulah hipotesis yang telah saya kembangakan, benar atau tidaknya hipotesis ini belum pernah diuji. Jadi silahkan anda memberi komentar apakah hipotesis ini cocok dengan anda atau tidak, sehingga bisa dinilai apakah hipotesis saya lulus uji atau tidak. Terima kasih.

Wisata Jakarta: Monas (Monumen Nasional)

August 17, 2009 Andreas Tjong 7 comments

1. Apakah anda mengaku orang Jakarta tulen?
a. Ya
b. Bukan
c. Only Half Blood

2. Jika ya, apakah anda sudah pernah ke Monas dan tahu bagaimana cara kesana – sampai naik ke dalam Monas?
a. Ya
b. Tidak
c. Hmm… Kira-kira sih tau.

Mungkin 2 pertanyaan di atas adalah pertanyaan yang paling sering ditanyakan untuk membuktikan apakah anda orang Jakarta asli atau bukan. Tapi percaya atau tidak, saya adalah orang Jakarta, lahir di Jakarta, tinggal di Jakarta, dan besar di Jakarta, tapi sampai sekarang umur 23 tahun baru satu kali masuk yang namanya Monas. What a shame… >_<

Monas

Monas

Monumen Nasional atau lebih dikenal dengan nama Monas adalah salah satu icon khas kota Jakarta. Dibangun pada dekade 1961 dan terkenal dengan puncak menaranya yang terbuat dari emas. Disini juga tersimpan rekaman suara Presiden pertama RI Soekarno yang sedang membanyakan Teks Proklamasi. Jika ingin mengetahui sejarah lebih lanjut mengenai Monas silakna klik link ini.

Bagimana cara menuju ke Monas? Caranya cukup mudah. Dari Halte Bus Trans Jakarta Harmoni, anda tinggal mengambil jurusan Blok-M, harga ticket Rp 3.500,-. Lalu turun di Halte Monumen Nasional, halte pemberhentian pertama dari Harmoni. Keluar dari Halte, anda sudah bisa melihat dengan jelas tugu Monas. Jika anda sekarang sedang menghadap ke Monas, maka di belakang anda ada sebuah Museum, ya benar itu adalah Museum Nasional atau dikenal juga dengan Museum Gajah. Jika anda lihat pada gambar di bawah, Halte Busway saya beri tanda bulatan berwarna Biru, ada di peta bagian sebelah kiri.

Monas Map

Monas Map

Biasanya di depan halte busway sudah ada delman yang siap menawarkan jasa untuk mengantar anda ke pintu masuk Monas, tapi harga yang ditawarkan lumayan mahal, yaitu Rp.20.000,- sekali antar. Lebih hemat dengan berjalan kaki, karena jarak tempuh yang tidak terlalu jauh. Pintu masuk-nya berseberangan dengan Gedung Indosat, saya beri tanda warna hijau pada peta. Jarak tempuh kira-kira 200 meter atau kira-kira 10-15 menit dengan berjalan kaki. Di dekat pintu masuk anda akan menjumpai mobil box besar berwarna jingga, itu adalah toilet. Jadi jika ingin pergi ke toilet di dalam Tama Monas, anda cukup mencari mobil box berwarna jingga, biaya Rp1.000,-. Biaya masuk ke Taman Monas adalah free, atau tidak dipungut biaya,

Dari pintu masuk silahkan berjalan menyusuri trotoar sebelah kanan, tidak jauh dari pintu masuk ada tempat untuk menunggu kereta wisata di Monas (warna merah di peta). Kereta ini  bertugas membawa pengunjung ke pintu masuk Tugu Monas, dan yang lebih penting kereta ini tidak dipungut biaya.Kapasitas kereta ini tidak terlalu banyak, jadi anda mungkin harus mengantri cukup lama untuk naik kereta ini. Tpi jika anda tidak mau mengantri, anda bisa berjalan kaki menuju pintu masuk Tugu Monas.

Pintu masuk ke Tugu Monas harus melalui jalur underground atau bawah tanah. Pintu masuknya saya beri tanda bulat ungu pada peta. Jika anda berjalan kaki anda cukup menuju patung kuda di seberang Tugu Monas, lalu carilah rambu berwarna kuning yang akan menunjukkan arah. Setelah masuk ke bawah dan melalui underpass anda akan menjumpai loket ticket masuk ke Tugu Monas. Harga ticket untuk naik ke atas Monas adalah Rp 8.000,- untuk umum/dewasa, Rp4.000,- untuk pelajar/anak-anak, jangan lupa ticket jangan dibuang karena akan digunakan lagi. Waktu operasi adalah pukul 09:00 – 16:00.  Karena kapasitas lift yang tidak terlalu banyak jadi bagi anda yang ingin naik ke atas harus mengantri dan bergiliran.

Untuk pulangnya anda cukup keluar dari pintu masuk bawah tanah menuju ke tempat pemberhentian kereta wisata sebelumnya (warna ungu di peta). Lalu anda bisa naik kereta tadi kembali menuju ke pintu masuk Taman Monas (warna merah di peta). Untuk naik kereta ini anda harus menunjukkan ticket masuk Tugu Monas yang sudah anda beli tadi.

Selamat mencoba, semoga tulisan saya ini bermanfaat untuk anda.

Creative HTTP 404 Error

Lagi iseng browsing di internet, cari-cari tentang design web, lalu tidak sengaja saya masuk ke dalam sebuah page error 404. Error 404 adalah error dimana page yang direquest tidak ditemukan (Page Not Found). Tapi yang unik dari page ini adalah, halaman nya yang dimodifikasi sehingga menarik untuk dilihat (padahal halaman error lho). Menurut saya hal seperti baik untuk diterapkan, karena dapat mengalihkan perhatian user. Saya mencoba browsing di Paman Google dengan kata kunci “creative 404 error”, ternyata result yang keluar adalah berbagai blog yang membahas tentang hal ini (Wah ternyata saya sudah ketinggalan jaman nih :p).

Gambar-gambar di bawah adalah kutipan isi dari berbagai blog orang lain yang saya temukan:

Propeller

Propeller

B3ta

Cuoma

Tinsanity

latelategifts

CssTricks

RetardZone

PatternTap

Funned

Larknews

Southpark Studios

Dawdle

vi-su

martinkorner

palmflying

galiacho

Well.. If you like this page. Please give all the credit to the original site at:

http://www.hongkiat.com/blog/60-really-cool-and-creative-error-404-pages/

http://www.smashingmagazine.com/2007/08/17/404-error-pages-reloaded/

Categories: Uncategorized Tags: , , , ,

Wisata Jakarta: Pasar Baroe

August 5, 2009 Andreas Tjong 3 comments
Pasar Baroe - 1820

Pasar Baroe - 1820

Baru pulang dari jalan2 di kota tua, karena rumah saya searah dengan  pasar baru, ya sudah mampir saja dulu sebentar. Pasar Baru merupakan salah satu pusat perbelanjaan traditional bersejarah di Jakarta. Cara mengakses cukup mudah, yaitu dari Terminal Busway Harmoni naik jurusan Pasar Baru – Ticket Rp 3.500,-. Terminal Pasar Baru adalah terminal ke-3 (Pecenongan – Juanda – Pasar Baru).

Ada 3 pertokoan yang menjadi ciri khas dari Pasar Baru, yaitu: Toko Sepatu, Toko Garment, dan Toko Perlengkapan Olahraga. Toko sepatu disini menjual berbagai jenis merk sepatu, mulai dari lokal sampai produk import. Harga-harga barang disini relatif sama saja dengan harga-harga di tempat lain, akan tetapi disini seringkali menggelar diskon, hampir sepanjang tahun diskon untuk segala jenis barang. Jadi jika dihitung-hitung kembali, produk2 yang dijual disini lebih murah dari tempat yang lain yang sejenis. Pemilik pertokoan disini didominasi oleh Ras India  dan Tiong Hua (Maaf bukan saya Rasis, tapi memang kenyataannya seperti itu). Selain itu kaki lima disini juga sangat beraneka ragam, walaupun kaki lima tanpa ijin usaha yang resmi adalah hal yang illegal di Indonesia tetapi tetap saja ini menjadi daya tarik tersendiri untuk Pasar Baroe. Mungkin hanya sedikit orang yang mengetahuinya, tapi daerah Pasar Baru ini juga cukup terkenal dengan Money Changernya – yang nilai tukarnya cukup bagus.

Pertokoan Pasar Baru

Pertokoan Pasar Baru

Adanya pedagag kaki lima di Pasar Baru ini jugalah yang menyebabkan kebersihan disana sangat buruk. Ditambah lagi jalanan yang mulai rusak. Kendaraan pribadi yang masuk ke dalam kompleks pertokoan dan parkir sembarangan. Mulai banyak muncul pengemis. Dan di malam hari banyak sekali ojek-ojek liar yang parkir sembarangan.

Demikian perjalanan saya semoga bermanfaat.

Categories: Jakarta, Traveling Tags: , , , ,

Wisata Jakarta: Kota Toea – Museum Keramik dan Seni Rupa

August 5, 2009 Andreas Tjong 1 comment
Museum Seni Rupa dan Keramik

Museum Seni Rupa dan Keramik

Akhirnya sampai juga pada tempat ke-5, yaitu Museum Keramik & Seni Rupa. Lokasinya berada berseberangan dengan Museum Wayang,  atau berada di sebelah kanan Museum Fatahillah. Jarak tempuh dari ke-2 museum ini sekitar 5-10 menit dengan berjalan kaki. Tiket masuk sama dengan Museum2 yang lainnya, yaitu Rp. 2000,-.

Museum Keramik Tampak Samping

Museum Keramik Tampak Samping

Tak disadari waktu sudah menunjukkan pukul 15:15, Begitu sampai ke depan museum ini pintu utama sudah ditutup, tapi pintu samping nya terbuka. Saya jadi bingung, “Udah tutup apa belum yah?” karena setahu saya di jadwal operasi museum, buka sampai pukul 16:00. Lalu saya melihat 2 orang wanita asing masuk ke dalam pintu itu tanpa ragu. Saya pun mengikuti mereka, jangan2 memang pintu masuknya dari samping.

Begitu masuk saya melihat keadaan sekitar “kok sepi yah?“, pintu2 nya juga sudah dikunci semua. Saya mencoba menghampiri penjaga gedung untuk memastikan apakah benar museum sudah tutup. “Iya Pak Museum sudah tutup dari jam 3” kata si penjaga, “Tapi kalau mau melihat2 di dalam saya bisa bantu“. OMG saya sudah merasakan aura2 yang tidak beres dari kata2nya, dan firasat saya ini benar terbukti pada kalimatnya yang selanjutnya. “Tapi 1 orangnya 5 ribu ya“. Setelah berpikir sejenak saya pun meng-iyakan sajalah. Toh sudah tanggung disana, daripada bolak balik lagi. Lalu si penjaga pun pergi mengambil kunci.

Saya melihat 2 orang bule yang tadi masuk lebih dahulu, dan mereka sepertinya mulai nampak kebingungan. Well.. Saya coba menjadi orang Indonesia yang ramah. Saya jelaskan kepada mereka kalau ingin berkeliling harus membayar fee sebesar 5 rb kepada si penjaga tadi. Si bule pun terkejut, karena dari buku “travel guide” yang mereka baca disana tertulis kalau harga tiket masuk hanyalah Rp. 2.000,-. Oh My Good.. Bule ternyata pelit, mereka nawar harga masuknya – Rp10.000,- ber -4, atau gak jadi masuk. Karena si bule gak bisa ngomong bahasa Indonesia, akhirnya saya deh yang ngejelasin ke si penjaga. Penjaga pun akhirnya meng-iyakan saja, karena gak bisa ngomong bahasa Inggris ke si bule. Haha..

Lukisan - Berjudul Cacing

Lukisan - Berjudul Cacing

Gak banyak yang bisa dilihat di Museum ini, soalnya si penjaga – nya hanya nge-bukain satu ruangan saja, yaitu ruangan yang berada di sebelah kanan museum. Kayaknya kena tipu nih sama penjaganya. Jadi cuma bisa melihat lukisan2 dan beberapa kerajinan tangan saja deh. Cuma butuh waktu 15-20 menit untuk mengelilingi ruangan tersebut. Karena sudah tidak ada lagi yang bisa dilihat, akhirnya saya memutuskan untuk keluar dari museum ini. Dan perjalanan pun berakhir.

Wisata Jakarta: Kota Toea – Museum Wayang

July 29, 2009 Andreas Tjong 2 comments

Tempat ke-4 adalah Museum Wayang, posisinya berada di sebelah kiri Museum Fatahillah. Kira-kira 5 menit berjalan kaki sudah sampai ke gedung ini. Dilihat dari depan gedung ini sepertinya tidak terlalu besar, tetapi jika sudah masuk ke dalamnya ternyata besar juga. Di depan gedung terdapat tulisan Museum Wayang, jadi anda tidak perlu takut salah masuk gedung.  Loket tiket berada tepat di pintu masuk. Harga tiket Rp.2000,- / orang.

Museum Wayang

Museum Wayang

Museum ini jauh-jauh lebih bagus dan menarik daripada Museum Fatahilah, menurut saya sih.Pengunjung disini juga jauh lebih sedikit daripada Museum Fatahillah, mungkin karena ruangan di dalamnya terkesan lebih angker kali yah.

Jan Pieter Zoon Coen Note

Jan Pieter Zoon Coen Note

Namanya juga Museum Wayang, jadi koleksi utama disini adalah wayang, dari wayang kulit khas daerah Jawa sampai wayang dari negeri Polandia bisa anda temukan disini. Karakter-karakter dari wayang Indonesia, terpengaruh oleh kebudayaan Hindu kuno. Mungkin bisa diklasifikasikan menjadi 3 golongan besar, seperti ini:

  1. Golongan Ramayana: Sri Rama, Rahwana, Hanoman, Shinta, dkk.
  2. Golongan Maha Barata: Yudhistira, Arjuna, Bhima, Nakula dan Sadewa, Gatot Kaca, Karna, dkk.
  3. Golongan Punakawan: Bagong, Petruk, Gareng, dan Semar

Ada juga koleksi wayang yang lain, seperti: Presiden Soekarno, Moh. Hatta,  Cepot, Unyil, Pak Ogah, dan lain-lain. Selain koleksi wayang ada juga koleksi lain seperti catur dengan bidak2nya dari tokoh wayang, lukisan, ondel-ondel, dan satu set koleksi gamelan.

Gambang Kromong

Gambang Kromong

Next – Wisata Jakarta: Kota Toea – Museum Keramik & Seni Rupa

Wisata Jakarta: Kota Toea – Museum Sejarah Jakarta

July 29, 2009 Andreas Tjong 2 comments

Perjalanan berlanjut ke tempat ke -3, yaitu Museum Sejarah Jakarta atau yang lebih dikenal dengan nama Museum Fatahillah. Bagaimana cara ke tempat ini? Gampang saja, keluar dari gedung bank Indonesia, belok kiri. Telusuri trototar sepanjang jalan sampai jalan mulai berbelok. Jika anda sudah sampai ke belokan berarti saatnya anda menyebrang. Jika anda sudah menyeberang jalan, maka selamat, posisi anda sekarang ada di Barat Daya Museum Fatahillah. Jalan lurus masuk ke gang tersebut. maka anda akan melihat sebuah meriam besi.  Itu tandanya anda sudah berada di pelataran Museum Fatahillah.

Meriam Besi

Meriam Besi

Kalau anda merasa lapar, anda boleh mencoba masuk ke Cafe Batavia (ini juga termasuk ke dalam salah satu objek wisata di Kota Toea), atau jika anda ingin makan yang murah2 saja, di pinggir jalan banyak yang menjual makanan dengan harga yang bervariasi. Dan saya cukup kaget sekaligus tertawa kecil, sewaktu melihat sebuah kaos oblong yang di jual disana,  karena di kaos itu bertuliskan Manohara. ;D

Karena saya melakukan perjalanan di hari Minggu, maka pengunjung yang datang ke tempat ini juga banyak sekali. Terutama di dominasi oleh Para remaja dan pasangannya, banyak juga turis2 asing disini. Di pelataran Museum Fatahillah  juga banyak sekali tempat penyewaan sepeda ontel, anda cukup membayar Rp.10.000,-.  untuk menyewa sepeda ini selama 30 menit. Sepeda hanya boleh digunakan untuk berkeliling di sekitar kompleks saja. Memang sepeda ontel ini memiliki body yang relatif tinggi, jadi bagi anda yang bertubuh agak pendek dipastikan akan kesulitan mengendarai sepeda ini. Tapi tidak usah khawatir, disini juga disewakan sepeda modern dengan tinggi yang relatif lebih rendah.

Museum Fatahillah

Museum Fatahillah

Saya mulai memasuki Museum ini. Loket ticket berada tepat di Pintu Masuk. Harga tiket adalah Rp 2.ooo,- / orang. Museum ini terdiri dari 2 lantai utama +  1 lantai bawah tanah (penjara). Museum ini layaknya seperti rumah tua yang ditata sedemikian rupa. Jadi koleksi2 yang bisa dilihat di dominasi oleh barang-barang rumah tangga, seperti tempat tidur, kursi, lemari, guci, dan sebagainya. Di belakang gedung ini terdapat sebuah taman kecil. Barang-barang koleksi di Museum ini sangat tidak terawat, sungguh sangat disayangkan sekali. Terlebih lagi pengunjung-pengunjung-nya, banyak sekali yang tidak berusaha merawat warisan budaya, malah merusak-nya. Terbukti dengan banyak nya coretan-coretan di dinding dan banyak koleksi yang rusak.

Saya tidak terlalu lama berkeliling di museum ini, karena terlalu padat membuat saya kehilangan semangat untuk bereksplorasi. Terlebih lagi pengunjung remaja disana, bukannya menikmati koleksi malah sibuk berpacaran. Sangat disayangkan sekali.

Next – Wisata Jakarta: Kota Toea – Museum Wayang